18 Pelajar Indonesia Raih 91 Medali Lomba Debat di Amerika Serikat

JAKARTA – 18 siswa Sekolah Global Sevilla berhasil membawa 40 emas dan 51 perak di Tournament of Champions World Scholars Cup di Yale University, Amerika. World Scholar’s Cup merupakan sebuah ajang kompetisi tingkat dunia yang memperlombakan empat area kompetisi, yaitu Debate, Writing, Scholar’s Challenge, dan Scholar’s Bowl.

Setiap tim dari berbagai sekolah yang berasal dari 50  negara wajib mengirimkan tiga orang peserta yang akan diikutsertakan dalam empat area kompetisi tersebut.

Direktur Sekolah Global Sevilla Robertus Budi Setiono mengatakan, tema yang diangkat di Tournament of Champion di Yale sama dengan yang di Global Round yang berlangsung di Hanoi dan Athena yaitu Unlikely World. WSC dipilih sebagai ajang tanding siswanya karena berbeda dengan olimpiade sains biasa.

WSC, kata dia, tidak hanya menilai kemampuan akademis sekolah namun lebih dari itu. Tema tahun ini ialah Unlikely World dimana setiap peserta diuji wawasannya untuk menyanggah atau menerima topik mengenai isu global melalui uji debat, menulis dan cerdas cermat.

‘’Lomba debat ini juga tidak menguji kemampuan menghafal. Namun anak dididik dan diajar dan diberikan kesempatan menggali informasi tentang isu-isu yang terjadi di dunia dari berbagai macam sudut pandang,’’ katanya dalam keterangan resmi, Senin (4/12/2017).

Robert mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya ini sebab perolehan medali tahun ini naik dari 44 medali tahun lalu menjadi 91 medali tahun ini. Hal ini dikarenakan persiapan yang jauh lebih matang mulai dari berlatih beragumentasi hingga mengajari mereka tenang dalam berpikir.

‘’Suatu kebanggaan yang tidak dapat dilukiskan jika melihat anak didik dapat meraih prestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara tercinta. Kami hanya bisa mendidik mereka untuk bangga menjadi anak bangsa dan warga negara Indonesia. Merekalah yang membuktikannya. Inilah bentuk perjuangan ‘Jaman Now’,” katanya.

Julius Owen Suherman yang tahun lalu meraih delapan emas dan empat perak kini meraih enam emas dan delapan perak, disusul dengan adiknya yakni Basilio Otto Suherman yang meraih 6 emas dan 4 perak. Disusul  Alexandra Anika (6 emas, 4 perak), Aurora Tjhang Arifin (5 emas, 3 perak), Maria Angelica Marta (5 emas, 4 perak), Yohana Purnama Anwar Muthalib (4 emas, 2 perak).

Selanjutnya ada juga Carlene Risanti (2 emas, 1 perak), Cornelia Madeleine Sagita (1 emas, 5 perak), Theodora Alyssa Ysabel (1 emas, 5 perak), Xean Chew (1 emas, 6 perak), Abbygail Widjaja (1 emas, 1 perak), Alessandro Giorgio Januar (1 perak), Florine Luminita Chandra (1 perak),  Kenneth Putra Abadi (1 emas), Kenny Darin Kusnadi (1 emas), Puti Amelia Syahirah Tahniawati (3 perak), Rafi Rahman (3 perak) dan Tabina Azalia Oktara (1 perak).

Mewakili rekan-rekannya, Julius Owen Suherman mengatakan, setiap hari dia melatih berbicara dengan bahasa Inggris baik dirumah maupun sekolah. Motivasi dari orang tua yang selalu mengatakan berulang-ulang bahwa jika mau sukses harus bekerja keras pun sangat terpatri di sanubarinya. Dia mengaku WSC adalah lomba yang sangat menguras otak. Meski bukan ajang olimpiade sains, katanya, namun WSC menguji wawasan ilmu pengetahuan siswa dengan kecakapan berbahasa Inggris.

source: sdn6pemulutan.sch.id

Tinggalkan Balasan